Serapan Anggaran Disdamkartan Bontang 2025 Capai 97 Persen, Bonnie Minta 2026 Lebih Optimal
PORTALKHATULISTIWA.COM, Bontang – Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Bonnie Sukardi, mengapresiasi capaian serapan anggaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang tahun 2025 yang menyentuh angka 97 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pengelolaan anggaran yang berjalan cukup baik dan efektif.
Meski demikian, legislator Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berharap realisasi anggaran pada tahun 2026 dapat lebih maksimal lagi. Ia menilai tingginya penyerapan anggaran menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung tata kelola keuangan daerah yang sehat dan akuntabel.
“Harapan kami di tahun 2026 bisa lebih dari 97 persen, sehingga turut mendukung opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian, red) pemerintah daerah,” ujar Bonnie usai rapat kerja bersama Disdamkartan Kota Bontang terkait pembahasan program kegiatan tahun 2026, Senin (11/5/2026).
Menurut Bonnie, capaian tersebut patut diapresiasi mengingat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan memiliki tanggung jawab pelayanan publik yang cukup besar dan kompleks. Selain menangani kebakaran, instansi tersebut juga terlibat dalam berbagai operasi penyelamatan dan penanganan kondisi darurat di tengah masyarakat.
Ia mengatakan, tingginya serapan anggaran menandakan pelaksanaan program berjalan sesuai perencanaan dan tidak banyak menyisakan anggaran mengendap di akhir tahun anggaran.
“Kita mengapresiasi apa yang telah dilakukan Dinas Damkar (Pemadam Kebakaran, red). Di tahun 2025, serapan anggarannya hampir mencapai 97 persen dan itu kami nilai sangat baik,” terangnya.
Politisi PKB tersebut menjelaskan, pengelolaan anggaran yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Disdamkartan, diharapkan mampu menjaga konsistensi dalam pelaksanaan program dan penggunaan anggaran secara tepat sasaran.
Namun demikian, Bonnie mengingatkan tingginya realisasi anggaran tidak boleh hanya dipandang sebagai capaian administratif semata. Ia menegaskan, penyerapan anggaran harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan pelayanan pemadam kebakaran dan penyelamatan yang cepat, tanggap, dan profesional, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan respons segera.
Selain mengapresiasi capaian serapan anggaran, Bonnie juga berharap program-program pelayanan yang dijalankan Disdamkartan pada tahun mendatang dapat lebih efektif dan tepat sasaran. Menurutnya, penguatan pelayanan publik harus menjadi prioritas utama agar manfaat penggunaan anggaran benar-benar dirasakan masyarakat.
“Yang paling penting, anggaran yang terserap maksimal juga harus berdampak langsung pada pelayanan dan keselamatan masyarakat,” tutupnya. (***RN)
