Didampingi Pihak Terkait, Wabup Risnawanto Hadiri Peringatan Isra Miraj SDN 20 Talamau Bersama Wali Murid

KHATULISTIWA | Pasaman Barat  

Sekolah Dasar (SD) Negeri 20 Talamau yang berada di Rantau Pauh Nagari Talu Kecamatan Talamau, menggelar Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1445 H tahun 2024 dengan mengangkat tema ‘Bergerak, Berjalan, dan Menaikkan Kualitas Iman, Taqwa, serta Kinerja Bersama’, pada Kamis (8/2). Kekompakan dan kebersamaan bersama wali murid tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Risnawanto.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Risnawanto yang didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan, Forkopimca dan stakeholder terkait memberikan apresiasi yang tinggi kepada inovasi dan kreasi sekolah yang telah bangkit dari musibah gempa yang terjadi hampir dua tahun lalu. 

Sebelum kegiatan Isra Mikraj digelar, wali murid mengadakan lomba Ma Apam yang akan disajikan kepada tamu undangan. Kebersamaan dan kekompakan itulah yang menimbulkan semangat setelah gempa melanda.

“Dari musibah gempa yang melanda, banyak Hikmah yang bisa kita ambil dan membuat kita bisa bangkit. Kami bangga kepada SD Negeri 20 Talamau ini, banyak gagasan dan inovasi yang dilakukan. Seperti mendirikan rumah Tahfiz Nurul Etika, menjalankan program Pantas (Penjemputan Kembali Anak yang Putus Sekolah),” kata Risnawanto.

Ia melanjutkan sesuai dengan visi dan misi Pemda Pasbar tentang pendidikan yakni mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Hal tersebut juga dijalankan oleh SD Negeri 20 Talamau dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang menampung minat dan bakat siswa serta mengembangkannya, seperti PMI, Pramuka.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Risnawanto juga memberikan apresiasi dan meminta dukungan kepada wali murid, karena pendidikan tanpa dukungan dari wali murid tidak akan maksimal.

Sementara itu, Kepala SD N 20 Talamau Titis Suryani juga menceritakan bagaimana traumanya siswa ketika gempa melanda dulu. Dan seiring berjalannya waktu siswa sudah bisa bangkit kembali.

“Kami secara perlahan bisa memulihkan trauma anak didik karena gempa waktu itu. Saat ini secara perlahan sarana prasarana pendidikan mulai dibangun kembali. Saat ini sekolah mulai meningkatkan mutu pendidikannya mulai dari rumah Tahfiz Nurul Etika hingga kegiatan ekstrakurikuler menampung minat dan bakat siswa,” katanya. 

Pihaknya juga sudah menjalankan program penjemputan anak putus sekolah dengan jumlah anak sebanyak 5 orang.

“4 orang diantaranya merupakan saudara satu ibu. Kami tidak ingin mereka putus sekolah,” tegasnya.(an)

Pos terkait