Gelar Rakor Penertiban, Pemko Payakumbuh Akan Tertibkan 19 Baliho di Lapangan Cindua Mato

Khatulistiwa | Tanah Datar, Sumatera Barat

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggelar Rapat Koordinasi Penertiban Tiang Baliho di sekitar Lapangan Cindua Mato Batusangkar di Aula Sekretaris Daerah Tanah Datar, Pagaruyung pada Rabu (21/12/2022).

Agenda tersebut diikuti oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Ekobang, Sekretaris Dinas PUPR dan Pertanahan, Dinas Pol PP dan Damkar, Kabid Pendapatan BKD, Dinas Kesehatan, Kabid Pengaduan Dinas PMPTSPNaker, Bagian Persidangan Setwan DPRD, Dinas PMDPKB, Bagian Hukum Setda Tanah Datar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tanah Datar menyebut rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Tanah Datar Eka Putra.

Tercatat, ada 19 tiang baliho di sekitar Lapangan Cindua Mato Batusangkar saat ini, 18 tiang di sisi luar dan 1 tiang ada di dalam lapangan tersebut.

“Rapat hari ini kita laksanakan sesuai arahan dari Bupati Tanah Datar terkait penertiban tiang-tiang baliho yang ada di sekitar Lapangan Cindua Mato yang disampaikan saat peninjauan ke lokasi beberapa waktu lalu,” terangnya.

Seperti diketahui, Lapangan Cindua Mato direncanakan akan kembali dibuka awal tahun 2023, Yusrizal menyebut Bupati ingin tiang-tiang baliho di sekeliling taman kota Batusangkar itu ditertibkan sebelum Cindua Mato kembali dibuka.

Hal senada juga disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Elizar. Menurutnya, peserta rapat harus menyiapkan dan menentukan langkah apa yang dapat diberlakukan dalam upaya penertiban tersebut.

“Seperti yang disampaikan oleh Kadis Kominfo, berkaitan dengan akan segara diselesaikannya pengerjaan Lapangan Cindua Mato, untuk itu, sebelum dibuka kembali Lapangan Cindua Mato ini kita harus mengambil langkah-langkah untuk masalah keteraturan, ketertiban dan keindahan yang ada di Lapangan Cindua Mato,” katanya.

“Hal ini tentu ada kaitannya dengan masalah izin baik izin pemasangan tiang, kemudian siapa yang bertanggung jawab atas izin pemasangan tiangnya, kemudian pemasangan balihonya, lalu terkait pendapatan, apakah pajak namanya apakah retribusi. Kemudian terkait fungsi Kominfo terkait isi baliho, kemudian berkaitan dengan Kasatpol PP masalah penengakan aturan,” tambah Elizar.

Menurutnya, aturan tersebut juga nantinya akan diberlakukan tidak hanya di sekitar Lapangan Cindua Mato saja melainkan keseluruhan tiang baliho yang ada di Tanah Datar.

Sementara itu, Asisten Ekobang Abdul Hakim menyebut sebelum Lapangan Cindua Mato resmi kembali dibuka, tidak hanya regulasi terkait penertiban tiang baliho yang akan disiapkan, tapi juga regulasi terkait pedagang dan lokasi parkir.

“Hasil kunjungan Bupati ke lapangan ini kelihatannya kurang indah kalau seandainya nanti lapangan dibuka tapi banyak yang ditutupi oleh tiang baliho. Maka dari itu, diminta pada kita semua yang hadir pada hari ini saran dan masukannya untuk disampaikan kepada bapak Bupati terkait perencanaan penertiban tiang baliho ini,” katanya.

“Kemudian, perlu rasanya sekaligus kita penertiban (secara keseluruhan), baik itu regulasi terkait penertiban pedagang yang akan berjualan di sekitar Lapangan Cindua Mato juga regulasi terkait parkir di kawasan itu,” tambah Abdul Hakim.

Di kesempatan yang sama, Kabag Hukum Audia Safitri mengatakan regulasi terkait baliho tertuang dalam Perda No.6 Tahun 2011. Kemudian, kata Audia, berdasarkan Perbup No.4 Tahun 2012, lokasi tiang-tiang baliho di sekitar Lapangan Cindua Mato itu belum sesuai dengan ketentuan.

“Terkait baliho ini diatur dalam Perda No.6 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah dan sampai saat ini masih berlaku karena sesuai UU No.1 Tahun 2022 produk hukum tentang pajak dan retribusi itu masih berlaku sampai 5 Januari 2024 kemudian, sesuai dengan pasal 13 Perbup No.4 Tahun 2012 tentang Reklame dan Air Tanah, lokasi seluruh tiang baliho (di sekitar lapangan) tersebut belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan pembahasan terkait saran dan masukan dari seluruh peserta rapat terkait penertiban tiang baliho di sekitar Lapangan Cindua Mato untuk dijadikan usulan regulasi yang akan dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. (Aura/Dwi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar

  1. Isso pode ser irritante quando seus relacionamentos são interrompidos e o telefone dela não pode ser rastreado. Agora você pode realizar essa atividade facilmente com a ajuda de um aplicativo espião. Esses aplicativos de monitoramento são muito eficazes e confiáveis ​​e podem determinar se sua esposa está te traindo.

  2. Monitore o celular de qualquer lugar e veja o que está acontecendo no telefone de destino. Você será capaz de monitorar e armazenar registros de chamadas, mensagens, atividades sociais, imagens, vídeos, whatsapp e muito mais. Monitoramento em tempo real de telefones, nenhum conhecimento técnico é necessário, nenhuma raiz é necessária.