Jaga Hati, Akal dan Lisan

Dody Satriadi, Pemimpin Umum Portal Khatulistiwa

Oleh : Dody Satriadi
Pemimpin Umum Portal Khatulistiwa

Dalam diri manusia, ada tiga komponen pentig yang harus dan wajib dijaga yakni hati, akal, dan lisan. Tiga komponen ini akan baik jika dirawat dengan baik. Sebaliknya, ketika tidak dirawat, tentu akan menimbulkan malapetaka dan bencana, baik bagi diri maupun orang lain. Karena itu, setiap manusia penting untuk menjaga ketiganya dari penyakit berbahaya.

Adapun komponen yang dimaksud Penyakit hati adalah menganggap rendah orang lain (takabbur), merasa dirinya adalah yang terbaik (‘ujub), riya, pelit (bakhil) hasud, dan lain sebagainya.

Penyakit lisan adalah berdusta, berkata kotor, menipu, mengejek, menghina, menggunjing, bersilat lidah, bertengkar, berdebat secara berlebihan, dan lain sebagainya.

Sedangkan penyakit kecerdasan akal adalah percaya diri berlebihan sehingga suka meremehkan, kesombongan intelektual yang menghilangkan akhlaq al-karimah, merasa superior dan berkualitas padahal lemah dan tidak mempunyai apa-apa, dan lain sebagainya.

Setelah bertaubat, obat ampuh untuk mengatasi penyakit hati, lisan, dan akal adalah puasa dan Al Quran. Untuk itu, datangnya bulan Ramadhan 1445 Hijriyah sudah semestinya ini menjadi momentum untuk mensucikan diri dari segala penyakit, tidak hanya sampai disitu, meskipun Ramadhan nantinya telah selesai dilaksanakan, tiga komponen diatas harus terus diselaraskan dengan prilaku dan kehidupan kita sehari – hari ditengah masyarakat.

Tujuan inti puasa adalah menggapai ketakwaan. Puasa adalah wadah menjadi sarana mensucikan hati dan jiwa agar taat kepada perintah-Nya, sekaligus mengobati dan menjadi terapi kesehatan manusia. Ramadhan merupakan bulan pendidikan rohani yang melatih keuletan, kejujuran, kesabaran serta menjadi pakem menahan gejolak nafsu yang mendorong hamba melakukan dosa dan kesalahan.

Dalam hal ini, Imam Abdurrahman al-Shafury dalam kitab ‘Nuzhah al-Majalis wa Muntakhab al-Nafa’is’ menjelaskan, kata Ramadhan terdiri dari 5 kata, yakni: ra (ridwanullah) berarti keridhaan Allah, mim (maghfirah) berarti ampunan-Nya, dhad (dhimanullah) berarti jaminan keamanan dari Allah SWT, alif (ulfah) berarti kelembutan, dan nun (nawalullah) berarti pemberian dari Allah SWT.

Ada banyak terdapat banyak penjelasan dari Rasulullah Muhammad SAW terkait keutamaan bulan Ramadhan. Salah satunya yang meriwayatkan bahwa Rasululah mengisi Ramadhan dengan memperbanyak membaca Al Quran, memahami dan merenungi kandungannya, serta mengamalkannya.

Sambut Ramadhan, pesan hadits di atas seyogyanya direnungkan sebagai modal membangun karakter (character building) dan merevolusi mental. Ramadhan menjadikan momentum mempraktekkan nilai-nilai ideal dalam realitas kehidupan hingga tidak tercipta kesenjangan.

Ketika seseorang menghendaki hati, lisan dan kecerdasan akalnya memiliki pancaran cahaya yang menyelamatkan, tentunya Al Quran adalah pedoman dan pusaka yang paling ampuh. Sedangkan untuk merawat kesucian hati, lisan, dan kecerdasan akal, puasa adalah kunci utamanya.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Marhaban ya Ramadhan.

Pos terkait