Rawat Mata Air Perkaderan, KORKOM HMI UINSI Samarinda Gelar LK II Raya dan SC Perdana Tingkat Nasional
PORTALKHATULISTIWA.COM, Samarinda – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat (KORKOM) UINSI Cabang Samarinda menggelar Latihan Kader II (Intermediate Training) dan Senior Course (SC) Tingkat Nasional. Acara pembukaan tersebut berlangsung di Gedung Aula Kadrie Oening, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis malam (29/1/2026) malam.
Kegiatan ini KORKOM HMI UINSI Cabang Samarinda membuktikan diri sebagai rahim peradaban dalam merawat mata air perkaderan. Tak hanya sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum sakral baru saja terukir, di tengah deru pembangunan Ibu Kota Nusantara dan dinamika sosial yang kian kencang.
Ketua KORKOM UINSI Cabang Samarinda, Sadad Baihaqi, mengungkapkan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka. Menurutnya, ini merupakan bentuk pernyataan sikap bahwa di tanah mulawarman ini, intelektualitas dan perkaderan tetap menjadi panglima.
“Perkaderan adalah jantung HMI. Jika detaknya berhenti, maka HMI hanya akan menjadi tumpukan administrasi tanpa jiwa,” ungkap Sadad dengan lantang.
Lebih lanjut, Sadad menyampaikan, kehadiran para peserta dari berbagai penjuru nusantara bukan hanya untuk mengejar selembar sertifikat, melainkan untuk menyatukan visi, mengasah nalar, dan memperkokoh komitmen keislaman-keindonesiaan di bumi Kalimantan.
Kata dia, menjaga air mata perkaderan adalah tanggung jawab bersama. Di balik gagahnya setelan jas hijau hitam dan lantangnya orasi di jalanan, ada proses sunyi yang penuh pengorbanan.
Perkaderan di HMI bukanlah manufaktur yang mencetak robot-robot penghafal pasal. Ia adalah proses ‘memanusiakan manusia’. Maka menjaga air mata perkaderan berarti menjaga keikhlasan para pengelola latihan (Instruktur dan MOT) yang rela terjaga hingga fajar menyingsing demi memastikan satu nalar kader tetap sehat.
”Perkaderan adalah jantung HMI. Jika detaknya berhenti, maka organisasi ini hanyalah tumpukan administrasi tanpa jiwa,” ujarnya.
Sadad juga menekankan dalam sambutannya, menjaga air mata ini berarti merawat tradisi intelektual. Meskipun HMI terus digempur disrupsi informasi, kader HMI dituntut untuk tetap betah berlama-lama membedah pemikiran Cak Nur, menyisir dialektika sejarah, dan merumuskan solusi atas ketimpangan sosial.
Selain itu, keikhlasan berkhidmat dalam pelatihan Senior Course (SC) yang dilaksanakan bukan sekadar mencetak instruktur yang pandai bicara, akan tetapi mereka dapat menjadi pengelola yang berkualitas ‘Muslim Intelegensia’, juga diharapkan mampu menjadi suri tauladan yang baik.
”Ketahanan mental dalm mengelola LK II tingkat nasional di tengah perubahan zaman menuntut ketangguhan luar biasa. Air mata lelah para panitia adalah ‘minyak’ yang menjaga api himpunan tetap menyala,” sebutnya.
Ia berharap di tahun 2026 ini kader yabg mengikuti LK II Raya dan SC Nasional di KORKOM UINSI kali ini menjadi laboratorium besar. Di sini, gagasan-gagasan radikal yang konstruktif diuji.
Kader HMI harus menjadi problem solver. Di Samarinda, kota yang menjadi penyangga utama IKN, peran HMI sangat krusial.
“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Melalui LK II ini, diharapkan lahir kader-kader mujahid-mustahid yang mampu mengawasi jalannya pembangunan agar tetap berpihak pada keadilan sosial,” tuturnya.
Lebih jauh, Sadad berpesan kepada para lulusan LK II, ingatlah bahwa status ‘Kader Intermediate’ membawa beban moral untuk menjadi teladan dalam berpikir dan bertindak. Sementara itu, untuk para lulusan Senior Course, kalian adalah penjaga gawang ideologi. Di tangan kalian, kualitas kader masa depan digantungkan.
“Kalian adalah jembatan antara teori di ruang kelas dengan realita di akar rumput. Jangan biarkan proses perkaderan menjadi mekanis dan dingin. Sentuhlah hati mereka, karena hanya dengan hati, semangat ke-HMI-an akan menetap abadi,” harapnya.
Diri nya mengingatkan bahwa ‘Bahagia HMI’ bukan sekadar slogan penutup pidato, melainkan rasa yang benar-benar tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat. Bawalah semangat dari Samarinda, bawalah api dari KORKOM UINSI, dan sebarkanlah virus kebaikan serta intelektualitas di seluruh pelosok negeri.
“Yakin Usaha Sampai,” tutupnya. (*Rn)
