Bupati Eka Hadiri Khatam Al Qur’an di TPA Surau Bendang 

Khatulistiwa | Batu Bulek, Tanah Datar

Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan, pada zaman dengan kemajuan teknologi dan fenomena sosial seperti saat ini, seperti LGBT, Pergaulan bebas, Narkoba dan Penyakit Masyarakat lainnya, menjadikan orang tua tidak hanya kesulitan dan harus waspada dalam menjaga anak perempuannya namun saat ini menjaga anak laki-laki pun harus lebih waspada.

Hal ini ia sampaikan saat Khatam Al Qur’an dan Aqiqah TPA Surau Bendang Jorong Pasa Sanayan Nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Buo Utara, Selasa (20/12/2022) yang juga turut dihadiri Sekretaris Dinas Dukcapil Samsuwar, Kabag Prokopim Dedi Tri Widono, Camat Lintau Buo Utara Arif Gani bersama Sekcam, Wali Nagari, KAN, BPRN Batu Bulek dan undangan lainnya.

“Zaman dahulu menjaga anak perempuan lebih sulit dari laki-laki, namun saat ini karena penyakit masyarakat seperti LGBT sudah merajalela, tentunya tidak hanya anak perempuan, menjaga anak laki-laki saat ini lebih sulit lagi,” katanya.

Karena itulah, tambah Eka, program keagamaan seperti Satu Rumah Satu Hafizh/Hafizah digalakkan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan generasi muda Tanah Datar kepada Allah SWT.

“Keimanan dan ketaqwaan dari seorang hafiz/hafizah tentu bisa menjadi benteng diri dari fenomena sosial negatif di tengah masyarakat. Namun tentunya pelaksanaannya juga butuh dukungan masyarakat, orang tua ataupun elemen terkait lainnya,” sampai Eka.

Bahkan, ungkap Bupati lagi, siswa dan siswa yang khatam Al Qur’an juga harus menjadikan apa yang dipelajari selama di TPA atau TPSA menjadi landasan benteng dirinya.

“Saya harap, ananda yang khatam hari ini tidak berhenti belajar dan memahami Al Qur’an sampai saat ini, namun terus gali dan tingkatkan karena tantangan ke depan akan fenomena sosial akan semakin berat. Disinilah peranan orang tua sangat diharapkan untuk memonitor dan mengingatkan anaknya,” sampai Eka.

Terakhir Bupati Eka Putra mengimbau agar seluruh yang hadir untuk terus meramaikan masjid dengan pelaksanaan kegiatan shalat 5 waktu ataupun pelaksanaan kegiatan keagamaan lainnya seperti wirid pengajian.

“Di kesempatan berbahagia ini, Saya menyampaikan selamat kepada santri yang khatam, kemudian apresiasi dan terima kasih serta kepada panitia, masyarakat, orang tua dan pihak yang telah bekerja keras untuk terlaksananya kegiatan khatam Al Qur’an. Terus semangat dan terus ramaikan masjid, mushalla ataupun surau,” tukasnya.

Sebelumnya Ketua Pelaksana Mandaro Idris menyampaikan terima kasih kepada panitia dan donatur atas dukungan sehingga terlaksana kegiatan khatam yang diikuti 31 orang santri dan santriwan khatam serta wisuda Iqra.

“Alhamdulillah, kegiatan bisa berjalan baik, terima kasih kepada semua pihak atas kerja keras dan dukungannya dan juga donatur. Dan mohon maaf sekiranya ada kurang dan janggal dalam pelaksanaannya,” sampainya.

Sementara itu Camat Lintau Buo Utara Arif Gani juga menyampaikan harapannya agar para santri dan santriwan yang khatam agar jangan berhenti mempelajari Al Qur’an

“Khatam bukan berarti selesai untuk membaca dan memahami kandungan Al Qur’an, namun menjadi awal untuk ditingkatkan ke tingkat lebih tinggi. Peran orang tua untuk memotivasi anaknya,” sampainya. (Aura/pkp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Puede utilizar un software de gestión para padres para guiar y supervisar el comportamiento de los niños en Internet. Con la ayuda de los siguientes 10 software de administración de padres más inteligentes, puede rastrear el historial de llamadas de su hijo, el historial de navegación, el acceso a contenido peligroso, las aplicaciones que instalan, etc.