PORTAL KHATULISTIWA

MENCERAHKAN

Sitti Yara Reses dengan Orang Tua Disabilitas, Warga Bahas Usia Fisioterapi dan Pendidikan Inklusi

admin Redaktur Redaktur Khatulistiwa

PORTALKHATULISTIWA.COM, BontangWakil Ketua I DPRD Kota Bontang, Sitti Yara, menggelar reses bersama warga berkebutuhan khusus pada Rabu (29/4/2026) sore. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh ratusan orang tua penyandang disabilitas yang hadir.

Acara berlangsung di Aula Hotel Akbar, Jalan Imam Bonjol, Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan. Reses ini bertujuan untuk menyerap dan menjaring berbagai aspirasi masyarakat.

Momen tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan keluhan secara langsung. Berbagai persoalan mencuat, mulai dari pembatasan usia fisioterapi yang maksimal hanya sampai tujuh tahun, minimnya fasilitas pendidikan bagi difabel, hingga pemanfaatan Autis Center yang dinilai belum optimal.

Salah satu anggota Forum Keluarga Spesial Indonesia (Forkesi), Masita, mengungkapkan sejumlah kesulitan yang dihadapi orang tua anak disabilitas, terutama terkait akses pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Menurutnya, banyak anak difabel yang kesulitan melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah menengah atas (SMA). Ia berharap pemerintah daerah dapat menyediakan beasiswa khusus bagi anak difabel.

“Kendala yang kami hadapi sebagai orang tua anak disabilitas adalah melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,” ungkapnya.

Selain itu, ia menilai akses pendidikan inklusif di Kalimantan Timur, khususnya di Bontang, masih sangat terbatas. Perguruan tinggi yang menerima mahasiswa berkebutuhan khusus dinilai lebih banyak tersedia di Pulau Jawa.

Masita mengaku khawatir melepas anaknya kuliah ke luar daerah karena keterbatasan pengawasan dari orang tua. “Jujur, kami agak berat untuk melepas anak pergi keluar Bontang,” akunya.

Ia juga menyoroti kurangnya perhatian terhadap atlet penyandang disabilitas di Kota Bontang. Padahal, pada 2025 lalu, salah satu atlet difabel asal Bontang sempat mewakili Kalimantan Timur di ajang olahraga tingkat nasional.

“Banyak prestasi di bidang olahraga yang diraih anak-anak disabilitas, seperti bulu tangkis, tenis meja, dan atletik,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Sitti Yara mendengarkan keluhan warga dengan penuh empati. Bahkan, ia sempat menitikkan air mata saat mendengar cerita para orang tua.

Melalui kegiatan reses ini, ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi yang telah disampaikan. Ia berharap, berbagai persoalan yang dihadapi anak disabilitas dapat memperoleh perhatian serius dari pemerintah.

“Kami turun langsung untuk mendengar keluhan dan aspirasi warga, khususnya orang tua penyandang disabilitas, agar mendapat perhatian dari pemerintah,” tegas Legislator perempuan Fraksi PKB tersebut.

Sitti Yara juga menyoroti keberadaan fasilitas Autis Center milik pemerintah. Menurutnya, fasilitas tersebut seharusnya dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan anak disabilitas, seperti pendidikan, fisioterapi, dan layanan lainnya.

“Nanti saya akan menjadwalkan pengecekan terhadap fasilitas Autis Center. Harusnya tempat itu bisa dimanfaatkan sebagai ruang tumbuh bagi anak disabilitas,” tutupnya. (***RN).